SEMILOKA I

Konstanz, 3-4 November 2017
Pada hari Jumat dan Sabtu, tanggal 3 dan 4 November 2017, telah berlangsung „Lokakarya Pengajaran Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA)“ di HTWG Konstanz, sebuah perguruan tinggi di Jerman bagian selatan yang memiliki pemandangan indah sekali.

Lokakarya yang berlangsung dengan lancar dan sukses tersebut dikoordinasi oleh “Afiliasi Pengajar dan Pegiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (APPBIPA) Cabang Jerman“ periode 2016 – 2020. Untuk perencanaan dan pelaksanaannya juga melibatkan panitia kecil yang terdiri dari para mahasiswa dan staf program Indonesia HTWG Konstanz.

Kepengurusan APPBIPA – Jerman periode 2016 – 2020 terdiri dari: Ketua I – Andi Nurhaina (HTWG Konstanz), Wakil Ketua – Yanti Mirdayanti (Universität Hamburg), Sekretaris – Sein Brustle (Universität Freiburg), dan Bendahara – Hendy Holzwart (Universität Frankfurt). Pelantikan resmi pengurus telah dilakukan pada hari kedua lokakarya melalui daring Skype dengan dipandu oleh Ketua APPBIPA Pusat di Jakarta, Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd.

Dengan demikian, lokakarya ini merupakan yang pertama sejak APPBIPA Jerman dibentuk pada bulan Oktober 2016. Dalam proses persiapan dan pelaksanaannya, APPBIPA Jerman bekerjasama dengan APPBIPA Pusat di Jakarta dan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Berlin – Jerman, dalam hal ini terutama dengan Atase Pendidikan dan Kebudayaan.

Selain diikuti oleh para pengajar BIPA dari berbagai perguruan tinggi di Jerman (Universität maupun Fachhochschule), lokakarya ini juga diikuti oleh para pengajar dari beberapa lembaga kursus bahasa di Jerman (VHS/Volkhochschule maupun Kursus Perorangan). Selain itu, hadir pula perwakilan dari Pengurus Pusat APPBIPA Jakarta, Dr. Ari Kusmiatun yang juga sedang melakukan tugas pendampingan BIPA untuk beberapa bulan di HTWG Konstanz. Hadir juga sastrawan dan wartawan surat kabar Suara Merdeka, Triyanto Triwikromo yang kebetulan sedang menjalani program residensi sastra di Berlin selama tiga bulan atas beasiswa dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia. Demikian pula Duta Besar RI untuk Jerman, Dr. -Ing. Fauzi Bowo, dan Atdikbud KBRI, Dr. rer. nat Ahmad Saufi, telah berkenan hadir pada hari kedua lokakarya.

Pada hari pertama, lokakarya berlangsung mulai pukul 15.00 dan berakhir pada pukul 17.30. Acara dibuka oleh Prof. Dr. Helmut Weber (Penanggung Jawab Regional Asia Tenggara, Program Studi Bahasa dan Perekonomian Asia dan Manajemen, HTWG Konstanz) dan Andi Nurhaina selaku Ketua APPBIPA – Jerman. Kemudian disambung dengan penyampaian beberapa makalah sebagai berikut:

– Sosialisasi APPBIPA oleh Dr. Ari Kusmiatun (Universitas Negeri Yogyakarta dan Pengurus Pusat APPBIPA). Topik: APPBIPA sebagai Wadah Pemersatu Para Pejuang BIPA.

– Makalah oleh Yanti Mirdayanti (Universität Hamburg). Topik: Pengajar BIPA sebagai Duta Diplomasi Budaya.

– Makalah oleh Inna Herlina (VHS Berlin). Topik: Bahasa Indonesia dan Komunikasi Antarbudaya.

– Makalah oleh Hedy Chandra-Holzwarth (Universität Frankfurt). Topik: Beberapa Ide untuk Mengembangkan Kosakata.

Pada hari kedua, lokakarya berlangsung sehari penuh, dari pukul 9.00 pagi sampai dengan pukul 17.00. Dubes Fauzi Bowo dan Atdikbud Ahmad Saufi dari KBRI Berlin turut memberikan sambutannya. Beberapa makalah dan workshop yang disampaikan adalah sebagai berikut:

– Makalah oleh Dr. Ari Kusmiatun (PPSDK, Badan Bahasa Jakarta). Topik: Evaluasi dalam Pembelajaran BIPA (UKBI atau UKBIPA).

– Makalah oleh Sylvia Seiler-Budiman (VHS Karlsruhe). Topik: Audio Visual dalam Pengajaran Bahasa Indonesia di Negara yang Berbahasa Jerman (Jerman, Austria, Swiss).

– Makalah dari Kuala-Lumpur melalui daring Skype oleh Manuel Denner (Alumnus HTWG Konstanz). Topik: Pengalaman Belajar BIPA

– Makalah/Workshop oleh Dyah Narang-Huth (IKAT). Topik: Penggunaan Bahan Ajar Autentik dalam Pengajaran BIPA.

– Makalah oleh Christa Saloh-Förster (Universität Bonn). Topik: Program BIPA di Universität Bonn.

– Makalah oleh Triyanto Triwikromo (Penulis dan Wartawan ‘Suara Merdeka’). Topik: Perihal Martabat Bahasa, Sastra Indonesia Mutakhir, dan Pembelajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing.

– Sambutan oleh Dubes RI untuk Jerman, Dr. –Ing. Fauzi Bowo.

– Diskusi dipandu oleh Atdikbud, Dr. Ahmad Saufi. Topik: Peluang Kerjasama Penerjemahan.

– Pelantikan Pengurus APPBIPA Cabang Jerman 2016 – 2020 oleh Dr. Liliana Muliastuti, M.Pd. (Ketua Umum APPBIPA Pusat – Indonesia).

– Rembuk Bersama APPBIPA Cabang Jerman, dipandu oleh Andi Nurhaina (Ketua PPBIPA – Jerman). Topik Diskusi: Program Empat Tahun Kepengurusan APPBIPA – Jerman.

Salah satu dari beberapa hasil penting dari rembuk bersama lokakarya tanggal 3 – 4 November 2017 ini adalah kesepakatan pelaksanaan Lokakarya Pengajar BIPA berikutnya yang akan diselenggarakan pada bulan Oktober 2018 dengan bertempat di Rumah Budaya Indonesia di Berlin. Hal ini telah disetujui oleh pihak KBRI di Berlin dan telah disampaikan sebagai laporannya ke Jakarta.

APPBIPA – Jerman bertekad untuk terus menjalin kerjasama dan membina jaringan kerja (network) yang erat antara seluruh pengajar dan pegiat BIPA di Jerman dan tentunya dengan pihak APPBIPA Pusat di Indonesia. Berbagai program konkret akan terus dikembangkan demi suksesnya program pengajaran BIPA di Jerman sebagai medium dan motor utama promosi bahasa dan budaya Indonesia di kancah internasional.

APPBIPA – Jerman berterima kasih banyak kepada seluruh peserta lokakarya dan semua pihak (HTWG Konstanz, KBRI Berlin, APPBIPA Jakarta) yang telah mendukung lancarnya perencanaan dan pelaksanaan Lokakarya Pengajaran Bahasa Indonesia untuk Penutur Asing (BIPA) di Jerman, 3 – 4 November 2017.

**
Sumber Tulisan: Yanti Mirdayanti